Minggu, Agustus 31, 2008 Apa Hebatnya Penganugrahan ISMBEA Dan Kiprahnya Untuk Bangsa Indonesia ???


ISMBEA yang kepanjangannya adalah Indonesia Small & Medium Business Entrepreneur Award adalah sebuah perhelatan penghargaan dan apresiasi bagi para pelaku entrepreneur UKM dan lembaga pendukung yang tumbuh menjadi teladan bagi berkembangnya kewirausahaan dan kejayaan Indonesia.
Beberapa nama entrepreneur yang sudah mendapatkan pengharhaan ISMBEA diantaranya adalah Bob Sadino (owner Kemchick), Kebab Turki Baba Rafi, yang pada tahun 2006 dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM. Dan pada tahun 2007 beberapa nama entrepreneur yang mendapatkan penghargaan adalah Ir. Henky Eko, MT. (owner Bakso Malang Kota Cak Eko), Bu Aning Harmanto (owner PT. Mahkotadewa Indonesia).
Dan tepatnya pada tanggal 30 Agustus 2008 bertempat di SAHID Jaya Hotel Jl. Sudirman Jakarta, telah diadakan malam penganugrahan ISMBEA 2008, beberapa nama entrepreneur yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Roni Yuzirman (owner Manetvision & Founder TDA), Wuryanano (owner PT. Swastika Prima), Eddy Aji Poerwanto (owner Warungbarokah.com), Masbukhin (owner PT. Masbukhin Pradana Indonesia), Lies Sudianti (founder The Profec), Wachid B. Krismanto (owner Bakso Kuto Wong Malang Cak To) dan beberapa entrepreneur lainnya.
Acara yang dibawakan dengan indahnya oleh Rony Waluyo tersebut berjalan sangat meriah, acara yang digagas oleh Isdiyanto (owner dan pimpinan umum majalah Wirausaha & Keuangan) tersebut mengusung tema:
“BILA KITA MELAKUKAN HAL-HAL BIASA DI MASA LALU, MAKA KITA MENJADI ORANG BIASA HARI INI, MAKA LAKUKANLAH HAL-HAL LUAR BIASA HARI INI DAN KITA AKAN MENJADI LUAR BIASA DI MASA DATANG”.
Dan sekaligus pada hari itu dicanangkan sebagai Tahun Kewirausahaan Indonesia yang dibawakan oleh Krisna Wijaya (pengamat ekonomi dan perbankan serta sebagai mahasiswa S-3 UGM).
Dan dalam edisi khusus Pebruari 2008, majalah Wirausaha dan Keuangan meliput Ir. Ciputra yang getol membangun semangat entrepreneurship. Di sebuah acara seminar tentang kewirausahaan di Jakarta Ciputra menampakkan ekspresi sedih.
Tokoh bisnis property yang lahir 77 tahun yang lalu tersebut gundah ketika harus membawakan materi tentang kewirausahaan.
“Saya dengan hati menangis menyaksikan generasi muda terdidik bangsa Indonesia tidak berhasil memperoleh pekerjaan yang pantas dan dianggap rendah oleh bangsa-bangsa lain”, ujar Ciputra terbata-bata. Menurut Ciputra penjajahan selama 350 tahun yang dialami Indonesia telah mengikis habis semangat dan kecakapan wirausaha disebagian besar bangsa Indonesia.
Ciputra yang alumni ITB ini mengajak para pemuda dan mahasiswa memilih dunia entrepreneur sebagai pilihan hidup yang mampu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Ajakan ini didasarkan atas penilainnya selama ini bahwa masih sangat sedikit pendidikan kewirausahaan yang diberikan di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi di Indonesia, padahal menurutnya, seperti yang dikutip dari David MC-Clelland, suatu negara untuk menjadi makmur dibutuhkan minimum jumlah entrepreneurnya adalah 2% dari total penduduk. Amerika menurut data tersebut kini memiliki 2,14% entrepreneur, Singapura 2,1% dan bandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki 0,18% entrepreneur.
Semoga acara penganugrahan ISMBEA tetap jaya dan exist, sehingga mampu memotivasi dan memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi entrepreneur yang mampu memberikan kiprah kepada bangsa Indonesia dalam memajukan roda perekonomian dan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Sekurang-kurangnya jika entrepreneur dimaknai bukan hanya sebagai profesi, maka enrepreneur bisa dimaknai sebagai spirit dan jiwa. Dan jiwa entrepreneur bisa dimiliki oleh segala macam bentuk profesi, baik politisi, akademisi, pemerintahan, ekonom, tehnokrat dan profesi-profesi lainnya.
























August 31st, 2008 at 7:30 pm
Ciputra yang alumni ITB ini mengajak para pemuda dan mahasiswa memilih dunia entrepreneur sebagai pilihan hidup yang mampu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. >>>> anda mengajak, PEMDA menolak … orang jualan di kejar2 Trantib mulu … padahal mau bener tuh tp tetep dianggap salah.
Tanya Kenapa …. ? bukan basa-basi tapi susah berekspresi gak bs nunjukin Taste !!