Susahnya Isi Ulang Telkomsel di Luar Jawa Timur

By siipul - Last updated: Wednesday, July 9, 2008 - Save & Share - 3 Comments

Jakarta – Tanggal 1-4 Juli saya berlibur di Jawa Tengah dengah singgahi beberapa kota. Saya sangat kecewa dengan pemberlakuan isi ulang  per regioanal yang dilakukan oleh Telkomsel.

 

Saya tidak bisa membeli voucher isi ulang elektrik di saat saya membutuhkan. Konter-konter di Jawa Tengah tidak ada yang mau menerima karena nomor saya berasal dari Jawa Timur. Mereka takut di-suspend oleh Telkomsel alias M-Kios. Mereka nanti diblokir padahal saat itu saya sangat membutuhkan untuk komunikasi dengan relasi saya.

 

Bagaimana ini Telkomsel. Anda membuat kebijaksaan yang merugikan konsumen. Membuat kebijaksaan yang menguntungkan jangan kedua sisi yang dirugikan, penjual dan konsumen.

 

Saya memilih GSM untuk dipakai ke luar kota. Saya sebagai konsumen merasa dibatasi penggunaan komunikasi saya. Apa gunanya signal sampai di pelosok-pelosok kalau isi ulang saja susah.

 

Kalau caranya begini so pasti Telkomsel akan ditinggal sama pelanggannya. Ingat, kompetitor semakin banyak. Jangan sombong Telkomsel.

 

Per tanggal 5 saya dan teman-teman saya sudah ganti pakai provider lain dan nomor Telkomsel kami sudah kami buang biar pun sudah kami pakai selama 3 tahun. Saya mohon tanggapannya dari Telkomsel.

 

Sumber : http://suarapembaca.detik.com

Posted in Si-iPul • Tags: , , , , , Top Of Page

3 Responses to “Susahnya Isi Ulang Telkomsel di Luar Jawa Timur”

Comment from Mr.Te
Time July 25, 2008 at 06:43

mudah kok rame rame aja ganti chipnya…!!! buanyaaak pilihan ada XL, IM3, Mentari dll…, urang ge tibaheula tara nganggo tsel euy…!!!

Comment from Entras cell
Time March 3, 2010 at 16:49

Sebenernya ga susah koq. Kan ada voucher fisiknya. Aturan per region sudah ada sejak beberapa waktu lalu koq. Cum ga ada edukasi dr telkomsel ke pelanggan. Adanya ya arogansi ke kita pihak frontliner, yg diancam di-suspend lah, quota mingguan distop lah. Jadinya ya kami dr pihak counter yg dapat image buruk. Ini karena para dealer dan big player di telkomsel yg sering menjual isi ulang di daerah lain, padahal quota per wilayah sudah disesuaikan. ya imbauan untuk telkomsel, yg ditindak ya dealer & pemain2 nya, jangan frontliner & pelanggan yg dikorbankan. Untuk pelanggan, klo tidak puas ya penyedia jasa telekomunikasi kan bukan cuma telkomsel. Monggo dicicipi layanan operator yg lain. (jangan indosat, isi ulang nya baru langka. Nanti susah lagi)

Comment from siipul
Time March 7, 2010 at 12:43

Tidak ada yang Susah.. asal kita mau kompak saja..

Salam

Write a comment