Pulsa murah? Ah, yang bener…
Pulsa murah? Ah, yang bener…
Tertarik dengan iklan 600 perak sampai puas dari salah satu operator seluler, saya memutuskan untuk mencobanya.
Pertama kali mencoba, malam hari, memang murah, dengan mengacu standar
saya sendiri, yang selama ini gak pernah pakai pra-bayar. Menelepon
lumayan lama, pulsa yang terpakai hanya sekitar dua ribu rupiah.
Boleh juga nih…
Mencoba untuk yang kedua kalinya, masih dilakukan di malam hari,
sepertinya ada yang aneh. Menelepon sekitar 9 menit, dan pulsa terpakai
cuma 1800 rupiah sih. Tapi dalam hati mulai bertanya-tanya, “600 perak
sampai puasnya di bagian mana ya?”
Menelepon untuk yang ketiga kalinya, “koq mahal ya?”
Pulsa mendadak hilang lebih dari sepuluh ribu rupiah. Kali ini saya
menelepon di siang hari. Dalam hati, mungkin karena saya nelepon di
siang hari dan operatornya juga berbeda.
Menelepon yang keempat kali, hilang lebih dari dua puluh ribu rupah,
untuk percakapan sekitar 10 menit lebih-lebih sedikit lah. Kali ini
yang saya telepon adalah halo BCA, 69888.
Merasa aneh, saya sms teman saya yang pernah kerja di operator seluler
tersebut, berharap mudah-mudahan mendapatkan informasi yang memuaskan.
Tidak lama kemudian, saya ditelepon oleh customer service operator
seluler bersangkutan. Dan mendapatkan penjelasan yang cukup memuaskan,
antara lain:
1. Untuk pra-bayar, ternyata ada 3 zona waktu. Setiap zona waktu punya standar biaya masing-masing.
2. Penerapan biaya yang berbeda untuk telepon ke sesama operator, dan ke operator lainnya
3. Nomor khusus layanan pelanggan seperti halo BCA dan lain-lain, tidak ikut dalam program promo
Pendeknya, ternyata untuk menelepon cukup dengan 600 perak sampai puas
itu hanya bisa dilakukan pada saat tertentu (zona waktu yang baru mulai
pada jam 11 malam) ke sesama operator.
Menurut kesimpulan saya, ternyata program promo 600 perak masih tidak
bisa dijauhkan dari tanda bintang (*) yang merujuk pada Syarat Dan
Ketentuan Berlaku yang biasanya sih ditulis dengan menggunakan huruf
yang kecil banget.
Kecewa? Tentu saja. Tapi saya bisa mengambil banyak hikmah dan
pelajaran dari program promo ini. Setidaknya bisa dijadikan kasus
diskusi pemasaran dan pelayanan pelanggan di dalam program pelatihan
yang saya bawakan. Data dan informasinya bisa saya anggap valid karena
merupakan hasil riset pribadi, bukan ‘katanya’.
Bagaimana menurut Anda?
Sumber : © 2008. Adhi Nugroho. All rights reserved.
http://www.n-adhi.com/
























